Revitalization of Library Space Function in Digital Era: Comparative Study of Library Space in TEMPO’s Data and Analysis Center and Library of Universitas Indonesia
At a glance
- الاستشهادات
- 0
- المراجع
- 14
- Comments
- 0
Abstract
This study aims to analyze how to revitalize the function of library space in the digital era in order to restore the nature role and function of library as it is, not only as a complementary space in an institution by analyzing: (1) the characteristics of TEMPO’s Data and Analysis Center (PDAT) and Universitas Indonesia Library (UI Library), (2) the standpoints and policies of PDAT and UI Library regarding library services in digital era, (3) the role of library in digital era, (4) the formulation of library space in digital era. The method used is qualitative method with the perspective of comparative study. The comparative conducted by analyzing the existence of two library spaces in two different institutions, which are TEMPO’s Data and Analysis Center and Library of Universitas Indonesia. The method used to collect data incorporates interviews with the informants from the two institutions, observation, and literature study. The results of the study indicate that (1) the main users of PDAT are journalists and researchers, while the main users of UI Library are UI academics. Both journalists and academics have high degree of information needs. Although PDAT and UI Library are two distinct institutions, both have the same function as the information center and research center, (2) PDAT regards library usage nowadays is no longer about the number of its visitors, but on its utility and continuity values. Thus, it focuses in providing a proper access to the digital information, which is easily accessed, and the library space is no longer significant, meanwhile UI Library argues that the notion of digital library has reduced or even nullify the existence of library space is a misconception. It regards the function of library space is not only as collection repository but also as discussion, meeting and brainstorming space for students in order to produce collaborative study, (3) library roles in the digital era is more than information agent, but also an agent of change through community development (4) there are two ways to keep the existence of library, namely technology adaptation and services innovation. The formulation of library space should generate value added, which will keep the users utilizing library space, thus the revitalization of library space is doable.Abstact in Bahasa IndonesiaKemudahan akses informasi melalui internet telah berpengaruh terhadap tingkat kunjungan ke gedung perpustakaan, antara lain jumlah pengunjung yang berkurang. Dengan berkurangnya jumlah pengunjung perpustakaan dan semakin beragamanya kemasan informasi digital, beberapa instansi memutuskan untuk mengurangi luas ruangan perpustakaan, seperti yang dilakukan oleh Pusat Data dan Analisa TEMPO. Namun demikan, ada juga instansi yang kemudian memperluas ruang perpustakaan karena fungsi perpustakaan yang terus berkembang sebagai tempat bertemunya para pembelajar, seperti yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana merevitalisasi fungsi ruang perpustakaan di era digital sehingga keberadaan perpustakaan tidak hanya sebagai pelengkap dalam sebuah lembaga, namun memiliki peran dan fungsi yang seharusnya dimiliki oleh sebuah perpustakaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi komparasi. Komparasi dilakukan dengan menganalisa keberadaan dua perpustakaan yaitu Pusat Data dan Analisa TEMPO dan Perpustakaan Universitas Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara narasumber dari kedua instansi yang menjadi objek penelitian, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pusat Data dan Analisa TEMPO berpendapat bahwa saat ini kinerja perpustakaan bukan lagi dilihat dari tingkat kunjungan ke perpustakaan, melainkan tingkat penggunaan informasi. Oleh karena itu mereka memilih untuk menyediakan akses informasi digital dimana semua orang dapat dengan mudah mengakses informasi dan keberadaan ruang perpustakaan menjadi tidak penting. (2) Perpustakaan Universitas Indonesia berpendapat bahwa konsep perpustakaan digital dengan mengurangi atau meniadakan ruang perpustakaan adalah keliru. Mereka beranggapan bahwa kebutuhan ruang perpustakaan saat ini bukan lagi untuk penyimpanan koleksi, tetapi lebih ke area diskusi, pertemuan, brainstorming diantara para pembelajar sehingga dapat menghasilkan kolaborasi penelitian. Dari hasil penelitian ini, penulis mencoba menganalisa bagaimana revitalisasi fungsi ruang perpustakaan sehingga perpustakaan di era digital tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Revitalisasi fungsi ruang perpustakaan akan erat kaitannya dengan tujuan penyelenggaraan perpustakaan di masing-masing institusi.
Publication details
- DOI
- 10.31227/osf.io/qrzgw_v1
- OpenAlex
- W4409656388
- Document type
- preprint
- Language
- EN
- Last metadata update
Comments
تسجيل الدخول للانضمام إلى النقاش.