ANALYSIS OF RESIDUAL STRENGTH CHAIN LINE SINGLE POINT MOORING ON UTILITY SUPPORT VESSEL
At a glance
- Citations
- 0
- References
- 0
- Comments
- 0
Abstract
Buoy merupakan salah satu bangunan apung yang digunakan untuk menambatkan kapal pada saat berlabuh di laut. Buoy ini ditambatkan ke dasar laut dengan menggunakan chain (rantai ) atau wire rope atau kombinasi keduanya sehingga rentan mengalami putus. Putusnya mooring line ini terjadi setelah mengalami kelelahan akibat beban siklis yang diakibatkan gelombang, angin, arus dan konfigurasi mooring line yang ada tidak kuat menahan beban yang terjadi. Putusnya mooring line pada single point mooring saat utility support vessel berlabuh dapat membahayakan keselamatan para awak kapal dan kapal dapat tertabrak dengan floating structure lainnya. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar tegangan maksimal yang dialami oleh chain line akibat pengurangan dimensi chain line sebesar 5%, 10%, 15%. Tension yang diijinkan hanya tidak melebihi dari minimum breaking load. Chain line dengan pengurangan dimensi sebesar 15% menunjukkan tension terbesar dengan nilai 273,0857 kN terjadi pada heading 00. Tegangan yang dialami oleh chain line masih memenuhi safety factor kondisi intact (ULS) yaitu lebih besar dari 1,67 sesuai dengan API RP 2SK 2nd edition.
Publication details
- OpenAlex
- W2468494074
- Document type
- article
- Language
- EN
- Last metadata update
Comments
Log in to join the discussion.