article

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit THT Berbasis Web

  • Jurnal Ilmiah Core IT : Community Research Information Technology
Research footprint

At a glance

Citations
0
References
0
Comments
0
Paper overview

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi manusia karena jika tubuh sehat maka manusia akan dapat melaksanakan aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari dengan baik. Pemeliharaan kesehatan terkadang memerlukan biaya yang tinggi sehingga terkadang sebagian masyarakat Indonesia mengabaikan masalah kesehatan mereka dan membiarkan sakit yang mereka derita sembuh dengan sendirinya. Kementerian Kesehatan pada 2010 - 2012 pernah mengadakan survei di tujuh propinsi di Indonesia. Hasilnya menemukan bahwa jumlah penderita THT di Indonesia ada sebanyak 35,6 juta atau 16,8% dari seluruh penduduk. Sedangkan yang mengalami ketulian sebanyak 850.000 jiwa atau sekitar 0,4% dari populasi. Data tersebut sekaligus menobatkan Indonesia sebagai negara nomeor 4 tertinggi di dunia yang memiliki jumlah penderita gangguan pendengaran setelah Sri Lanka (8,8%), Myanmar (8,4%) dan India (6,3%), sehingga dirasakan perlunya dirancang suatu sistem pakar diagnosa penyakit THT sehingga dapat memudahkan warga masyarakat Indonesia yang menderita penyakit THT untuk dapat mengetahui keadaan dan jenis penyakit yang menyerang mereka sehingga dapat diperoleh penanganan sejak dini. Sistem pakar diagnosa penyakit THT ini dirancang untuk memudahkan warga masyarakat Indonesia berkonsultasi dan dapat menghemat biaya dibandingkan dengan berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis THT. Perancangan sistem pakar diagnosa penyakit THT dapat dilakukan dengan menggunakan metode Forward Chaining. Hasil perancangan sistem pakar diagnosa penyakit THT ini diharapkan dapat membantu masyarakat di dalam mendiagnosa penyakit THT.

Record transparency

Publication details

OpenAlex
W2954150568
Document type
article
Language
EN
Source
Jurnal Ilmiah Core IT : Community Research Information Technology
Last metadata update
Community

Comments

Log in to join the discussion.

  1. No comments yet. Start the discussion.